Materi Praktikum Spektroskopi ||Analisis Kandungan Vitamin C pada Suplemen Berenergi Menggunakan Spektrofotometer UV-Vis Double Beam||

Tujuan:
Mempeajari penggunaan alat spektrofotometer UV-Vis double beam.
Menentukan panjang gelombang maksimum vitamin dengan menggunakan spektrovotometer UV-Vis double beam.
Menentukan kadar vitamin C daam suatu sampel dengan menggunakan spektrofotometer UV-Vis double beam.
Dasar teori:
Spektrofotometer berkas ganda (double beam) merupakan alat yang sering dijumpai telah memakai autoscaning panjang gelombang dan mencatat secara otomatis absorbansi (A) sebagai fungsi panajng gelombang. Alat jenis ini memiliki 2 berkas sinar sehingga pengukuran absorbansi larutan sampel dan larutan blanko dapat dilakukan secara parallel dan tidak perlu bergantian. Hasil dari serapan yang terbaca pada alat dengan jenis double beam ini adalah serapan sampel dikurangi dengan serapan blanko/matrik yang digunakan oleh larutan sampel.
Banyak dari industry atau lembaga penyedia layanan jasa pengujian yang menggunakan alat spektrofotometer double beam di laboratoriumnya. Sampel vitamin C banyak dilakukan pengujian dengan menggunakan alat jenis ini. Komponen utama dalam vitamin C adalah asam askorbat sehingga di dalam analisis vitamin C, asam askorbat selalu dijadikan sebagai standar.

Alat:
  1. Spektrofotometer double beam
  2. Kuvet
  3. Gelas ukur 10 mL
  4. Pipet tetes
  5. Pipet ukur 5 mL
  6. Propipet
  7. Tissu
  8. Gelas beker

Bahan:
  1. Asam askorbat
  2. Sampel suplemen
  3. Akuades

Cara kerja:
Penentuan panjang gelombang maksimum
  1. Dibuat larutan 100 ppm asam askorbat.
  2. Diukur panjang gelombang larutan 100 ppm larutan askorbat antara 200-400 nm.
  3. Pembuatan kurva kalibrasi
  4. Dibuat larutan seri asam askorbat dengan konsentrasi 2 ppm, 4 ppm, 6 ppm, 8 ppm, dan 10 ppm.
  5. Diukur serapan masing-masing konsentrasi pada lamdha maksimum yang diperoleh.
  6. Dibuat grafik regresi serapan (A) vs konsentrasi (C).
  7. Tentukan persamaan regresi linear dan koefisien regresinyal.

Preparasi sampel
  1. Ditimbang sebanyak 5 gram suplemen.
  2. Larutkan dengan menggunakan 25 mL akuades di dalam gelas beker.
  3. Masukkan ke dalam labu ukur 100 mL.
  4. Tambahkan akuades hingga tanda batas.

Penentuan vitamin C konsentrasi sampel
  1. Diukur serapan larutan sampel yang diduga mengandung vitamin C.
  2. Apabila serapan dari larutan sampel masih berada di luar range serapan larutan standar, maka larutan diencerkan hingga serapannya masuk di dalam range.
  3. Tentukan konsentrasi vitamin C yang terdapat di dalam sampel dalam % b/b.

Pembahasan:
Spektrofotometer UV-Vis prinsipnya sama dengan spektrofotometer pada umumnya yaitu merupakan aat untuk mengukur transmitan atau absorban suatu sampel sebagai fungsi panjang gelombang. Pengukuran menggunakan spektrofotometer ini disebut dengan spektrofotometri. Spektrofotometer UV-Vis disebut juga sebagai spektrofotometer double beam. Double beam adalah memiliki kemampuan tanpa harus mengganti-ganti sampel, dapat mengukur langsung daerah UV-Vis. Ada dua sumber cahaya pada spktrofotometer UV-Vis yaitu: wolfram untuk daerah visible dengan panjang gelombang 400-700 nm dan deuterium untuk daerah UV dengan panjang gelombang 200-400 nm.
Prinsip kerja spektrofotometer berdasarkan hokum lambert beer adalah bia cahaya monokromatik melalui suatu media maka sebagian cahaya tersebut diserap sebagian dipantukan dan sebagian lagi dipancakan. Radiasi yang diserap sebanding dengan konsentrasi yang artinya semakin besar konsentrasi maka absorban akan semakin besar. Pada percobaan kali ini panjang gelombang yang dipakai diukur dari 200-400 nm dan panjang gelombang tertinggi terjadi pada titik 265 nm. Oleh karena itu sampel yang berupa larutan suplemen diukur pada lamda maksimum 265 nm. Dari grafik didapatkan persamaan y=0,0724x – 0,0871 dan absorbansi sampel suplemen 2,137. Selanjutnya absorbansi sampe dimasukkan ke daam persamaan garis lurus dan didapatkan konsentrasi sampel sebesar 33,2058 karena larutan suplemen diencerkan hingga 100x maka konsentrasi sampel harus dikalikan dengan factor pengenceran dan hasilnya sebesar 3320,5001.
Tentunya untuk mendapatkan data seperti diatas ada beberapa tahapan yang harus dilalui dimulai dari pembuatan larutan seri asam askorbat dengan konsentrasi 2 ppm, 4 ppm, 6 ppm, 8 ppm dan 10 ppm. Masing-masing konsentrasi diukur serapannya masing-masing pada lamda maksimal. Penentuan standar ini harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak terjadi kesalahan seperti yang terjadi pada kelompok kami. Data yang diperoleh absorbansinya naik turun, ini dapat disebabkan karena saat pembuatan larutan perlakuannya kurang sempurna mulai dari pengambil sampel harus tepat diambil banyaknya, kemudian dengan penambahan akuades banyaknya harus sampai batas tanda jangan ebih ataupun kurang dan proses penggojokan ini mutak perlu karena apabia proses penggojokan beum sempurna diakibatkan larutan belum homogeny dan mengakibatkan kesalahan pada saat pembacaan dengan spektrofotometer.

Kesimpulan:
Dari hasil praktikum dapat disimpulkan bahwa sampe dianalisis dengan spektrofotometer UV-Vis double beam dan didapatkan panjang gelombang maksimum sebesar 265 nm. Serta konsentrasi sampel suplemen sebesar 3320,5801 ppm.

Daftar pustaka:
Wahyu, 2011, Laporan Praktikum Biokimia Vitamin C, tersedia: http://wahyoe-analisiskimia.Blogspot.com, 22 November 2012.

0 Response to "Materi Praktikum Spektroskopi ||Analisis Kandungan Vitamin C pada Suplemen Berenergi Menggunakan Spektrofotometer UV-Vis Double Beam||"

Post a Comment