Praktikum Kimia Analisis || Pemisahan Asam Lemak dari Sabun dengan Metode Ekstraksi Pelarut ||

Tujuan
Dapat melakukan ekstraksi pelarut yang merupakan salah satu metode pemisahan.

Dasar Teori
Ekstraksi pelarut mempunyai arti penting dalam laboratorium dan teknik. Dalam laboratorium ekstraksi digunakan untuk mengambil zat-zat terlarut dalam air dengan menggunakan pelarut-pelarut organik yang tidak bercampur dengan air seperti eter, CHCl3, CCl4 dan benzena. Didalam industri ekstraksi dipakai untuk menghilangkan zat-zat yang tidak disukai di dalam hasil, seperti di dalam minyak goreng dll.

Di dalam ekstraksi berlaku hukum distribusi. Hukum ini menyatakan bahwa jika pada suatu sistem yang terdiri dari dua lapisan cairan yang tidak bercampur sesamanya, ditambah senyawa ketiga maka senyawa ketiga ini akan terdistribusi dalam dua lapisan cairan tersebut. Ekstraksi pelarut lebih baik diakukan beruang-ulang dengan jumlah pelarut.

Alat
  1. Corong pisah
  2. Gelas ukur
  3. Erlenmeyer
  4. Buret
  5. Gelas beker
  6. Kaca arloji
  7. Timbangan
  8. Labu takar
  9. Pipet volume
  10. Pipet tetes
Bahan
  1. Sabun mandi
  2. Indikator pp
  3. Petroleum eter
  4. NaOH 0,01 M
  5. NaCl jenuh
  6. Alkohol
  7. Akuades
Cara Kerja
  1. Ditimbang 0,5 gram sabun yang telah dipotong-potong kecil dan dilarutkan dalam 400 mL akuades, tambahkan 1-3 tetes indikator pp dan dipanaskan sampai mendidih, kemudian didinginkan dan diencerkan sampai 500 mL dengan labu takar.
  2. Diambil 20 mL larutan sabun tersebut dengan pipet volume dan masukkan dalam corong pisah, tambahkan 10 mL kloroform. Jika terbentuk emulsi ditambahkan 10 mL NaCl jenuh kemudian dikocok selama 10-15 menit dan biarkan beberapa menit sampai terpisah. Lapisan kloroform dipisahkan.
  3. Lapisan kloroform yang didapat dimasukkan kembali ke dalam corong pisah dan tambahkan akuades 10 mL serta 1-2 tetes indikator pp. kocok dan biarkan sampai terpisah antara air dan kloroform. Lapisan air dibuang. Akukan penambahan air sampai air tidak bersifat basa.
  4. Ke dalam lapisan kloroform ditambahkan 20 mL alkohol dan 10 mL NaCl jenuh lalu dikocok 10-15 menit. Setelah itu dibiarkan sampai terpisah. Lapisan alkohol dipisahkan ke dalam erlenmeyer dan tambahkan indikator pp 2 tetes. Setelah itu dilakukan titrasi dengan menggunakan larutan standart NaOH 0,01 M.
  5. Hitungah konsentrasi asam emak dalam sabun sebagai asam stearat. C17H35COOH.
Pembahasan
Ekstraksi merupakan proses pemisahan suatu baan dari campurannya, ekstraksi dapat dilakukan dengan berbagai cara. Ekstraksi menggunakan pelarut didasarkan pada kelarutan komponen lain dalam campuran. Ekstraksi meliputi distribusi zat terarut diantara dua pelarut yang tidak dapat bercampur. Pelarut umum yang dipakai adalah air dan pelarut organik lain seperti CHCl3, etanol atau pentane. Garam anorganik, asam-asam dan basa-basa yang dapat larut dalam air bisa dipisahkan dengan baik melalui ekstraksi ke dalam air dari pelarut yang kurang padat. Ekstraksi lebih efisien bila dilakukan beruang kali dengan jumlah pelarut yang lebih kecil daripada jumlah pelarutnya yang banyak, tetapi ekstraksinya hanya sekali.

Ekstraksi pelarut daam skala laboratorium dilakukan dalam suatu corong pisah. Pemisahan dilakukan dengan mengocok sehingga terjadi kesetimbangan komponen yang akan dipisahkan dalam pelarut air dan pelarut organik. Pelarut yang massa jenisnya lebih besar akan berada di bawah sehingga akan terjadi dua lapisan, yaitu lapisan fasa air dan fasa organik yang kemudian dipisahkan melalui kran corong. Pemisahan dapat dilakukan dengan ekstraksi satu tahap atau lebih. Semakin banyak tahap ekstraksi banyaknya komponen yang dpaat terpisahkan akan semakin banyak. Seperti pada perlakuan yang dilakukan pada percobaan kali ini yaitu larutan sabun yang ditambahkan dengan pelarut organik yaitu kloroform yang dimasukkan dalam corong pisah dan digojog. Bila terbentuk emulsi tambahkan NaCl jenuh. Penggojokan berfungsi agar campuran dapat bercampur dan nantinya kloroform dapat mengikat lemak yang terdapat daam arutan sabun. Setelah lapisan kloroform didapat tambahkan pelarut air agar sifat basanya berkurang dan indikator pp. apisan klororform ditambahkan lagi dengan air sampai air tidak bersifat basa yang ditandai dengan hilangnya warna merah muda yang menjadi indikator bahwa campuran sudah tidak basa lagi. Kemudian dalam lapisan kloroform ditambahkan alkohol dan NaCl jenuh. Diambil lapisan alkohonya dan ditambahkan dengan indikator pp dan dititrasi. Kloroform dan alkohol adaah senyawa yang berfungsi untuk melarutkan lemak.

Hanya ada satu prinsip dalam pelarutan yaitu like disolved like. Arutan satu akan mampu bercampur sempurna dengan larutan lain apabila memiiki sifat (polaritas) yang sama atau tidaj jauh berbeda. Bila pencampuran dilakukan antar larutan yang memiliki tingkat polaritas yang berbeda maka akan terbentuk lapisan antar muka (interface) yang memisahkan kedua fase larutan. Peristiwa ini dapat dilihat dari pencampuran antara 2 pelarut organik yaitu kloroform dan alkohol. Salah satu hal yang dapat kita lakukan agar larutan tidak saling campur tersebut menjadi campur yaitu dengan menggojoknya. Menggojog bertujuan untuk mempercepat reasi. Selain itu sifat dari kloroform adalah pelarut non polar dan akohol adalah pelarut non polar.

Untuk memilih jenis pelarut yang sesuai harus diperhatikan faktor-faktor sebagai berikut:
  1. Harga konstanta distribusi tinggi untuk gugus yang bersangkutan dan konstants distribusi rendah untuk gugus pengotor lainnya.
  2. Tidak bercampur dengan air.
  3. Viskositas kecil dan tidak membentuk emulsi dengan air.
  4. Tidak mudah terbakar dan tidak bersifat racun, murah dan mudah didapat.
  5. Mempunyai titik didih yang relatif lebih rendah, sehingga mudah dipisahkan dari komponen zat terlarut.
  6. Dapat melarutkan lebih banyak komponen yang akan dipisahkan.
Kloroform adalah lebih banyak komponen yang akan dipisahkan. Kloroform banyak digunakan dalam keperluan yang berkaitan dengan dunia kimia. Jika menurut ilmu kimia kloroform merupakan senyawa organik berwujud cair yang mudah menguap dengan titik didih 61,2℃, indeks bias 1,487. Fungsi kloroform sebagai zat pembius, seain fungsi lainnya untuk mearutkan senyawa organik. Kloroform juga dapat digunakan sebagai senyawa yang dapat melarutkan emak, selain itu fungsi kloroform masih terbatas pada pemakaian dalam bidang kimia.

Etanol adalah sejenis cairan yang mudah munguap, mudah terbakar, tak berwarna dan merupakan alkohol yang paling sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Senyawa ini merupakan obat psikoaktif dan dapat ditemukan pada minuman berakohol dan termometer modern. Etanol termasuk ke dalam alkohol rantai tunggal dengan rumus kimia C2H5OH dan rumus empiris C2H6O. ia merupakan isomer konstitusional dari dimetil eter. Etanol sering disingkat menjadi EtOH dengan “Et’’ merupakan singkatan dari gugus etil (C2H5).
Dalam proses ekstraksi terjadi reaksi:
C17H35COOH + NaOH → C17H35COONa + H2O
Yaitu asam stearat yang bereaksi dengan natrium hidroksida yang menghasilkan sabun dan air. Kadar asam lemak dalam sabun sebagai asam stearat dari hasil percobaan adaah 15,62%. Asam stearat berlaku sebagai zat asam yang nantinya bereaksi dengan basa yaitu NaOH yang membentuk sabun atau disebut juga reaksi penyabunan.

Kesimpulan
Ekstraksi merupakan proses pemisahan suatu bahan dari campurannya dengan menggunakan pearut yang didasarkan pada kelarutan komponen lain dalam campuran. Zat yang akan dipisahkan adalah asam stearat yang terkandung dalam sabun dan pelarut yang digunakan dalam praktikum kali ini adalah kloroform, alkohol (etanol) dan air/akuades.

Daftar Pustaka
Svehla,G. 1985. Buku Teks Analisis Anorganik Kualitatif Mikro dan Semimikro. Jakarta. Kalman Media.
Underwood, A.L. dan Day A.R. 1990. Analisis Kimia Kuantitatif Edisi 5. Jakarta. Erlangga.
Huda, Thorikul. 2001. Panduan Praktikum Kimia Analisis 1. Yogyakarta. UII Pres.


0 Response to "Praktikum Kimia Analisis || Pemisahan Asam Lemak dari Sabun dengan Metode Ekstraksi Pelarut ||"

Post a Comment